Pada Agustus 2024, perwakilan dari Sulawesi Keepers dan komunitas lokal Spearfishing Luwu Timur bertemu di kota Sorowako, di tepi Danau Matano. Kami telah saling mengenal secara dasar sebelumnya, dan setelah perkenalan yang sopan serta diskusi tentang danau, kami sepakat untuk menghabiskan satu hari di dalam air, menyaksikan pemusnahan ikan invasif seperti flowerhorn dan lele sembari melakukan selam bebas. (Baca mengapa hal ini diperlukan dalam unggahan kami pada 8 ancaman terkini pada Danau Malili di Sulawesi.)
Hari itu membuahkan pemahaman, rasa hormat, dan harapan.
Menyelam bebas dan mencari ikan sapu-sapu merupakan aktivitas yang menuntut. Kebugaran fisik dan ketahanan mental sangatlah penting. Namun hal ini membuahkan hasil; dalam acara-acara besar mereka, anggota Spearfishing Luwu Timur dapat menangkap ratusan sapu-sapu hanya dalam beberapa jam tanpa menimbulkan kerusakan terhadap lingkungan atau spesies asli. Dan meski hal ini tampak seperti setetes air di lautan, tanpa pengendalian populasi ikan invasif, danau ini akan lebih cepat mengalami kerusakan yang tak dapat diperbaiki. Mereka sedang membeli waktu. Dan mereka sangat menyadarinya, sebagaimana diungkapkan melalui kata-kata mereka:
"Kegiatan yang kami mulai tahun 2020 ini banyak menemui kendala, mulai dari kritikan tentang pembunuhan makhluk hidup, keterbatasan peralatan, hingga penyelam kami yang pada dasarnya otodidak. Namun aksi kami tidak berhenti sampai di situ. Ada yang protes terhadap kegiatan ini, tetapi kami tahu bahwa apa yang kami lakukan adalah hal yang benar, dan demi menjaga lingkungan alam di Danau Matano, ada yang harus dikorbankan, dalam hal ini ikan invasif. Ketika kami bertemu dengan kalian, Sulawesi Keepers, pada bulan Agustus 2024, dan kalian begitu antusias dan mendukung penuh kegiatan ini, hal itu menjadi penyemangat bagi warga masyarakat kami untuk terus melakukannya. Kami berharap kegiatan ini akan terus berlanjut hingga ikan invasif ini dapat diberantas sepenuhnya nantinya."
Kami juga berharap kegiatan ini terus berlanjut, dan merupakan suatu kehormatan besar bagi kami untuk dapat menjadi bagian dari upaya ini serta mendukung Spearfishing Luwu Timur. Kami memberikan dukungan pendanaan untuk kegiatan pertama tahun 2025, dari mana beberapa foto berikut diambil:








Salam hormat untuk kalian, sahabat. Kalian telah melakukan pekerjaan yang sangat mulia. Terima kasih telah menjaga Danau Matano!
Markéta Rejlková
