Kami telah beberapa kali menulis di blog dan buletin tentang pertemuan kami dengan Spearfishing Luwu Timur pada tahun 2024 dan kerja sama selanjutnya. Mereka adalah komunitas orang-orang yang sangat kami sukai dan hormati. Mereka memiliki minat yang tulus dalam melindungi Danau Matano dan sangat berdedikasi untuk mengurangi ikan invasif (ikan sapu-sapu dan ikan louhan) dan tumbuhan di dalamnya.

Menyelam bebas dan mencari ikan lele merupakan kegiatan yang melelahkan. Kebugaran fisik dan ketahanan mental sangat penting. Namun, hal itu membuahkan hasil; dalam acara besar, anggota Spearfishing Luwu Timur dapat menangkap ratusan ikan lele dalam beberapa jam tanpa menyebabkan kerusakan pada lingkungan atau spesies asli. Dan meskipun hal itu mungkin tampak seperti setetes air di lautan, tanpa mengendalikan populasi ikan invasif, danau tersebut akan hilang jauh lebih cepat. Orang-orang ini sedang mengulur waktu. Dan mereka tahu betul hal itu, seperti yang ditunjukkan oleh kata-kata mereka:
"Kegiatan yang kami mulai tahun 2020 ini banyak menemui kendala, mulai dari kritikan tentang pembunuhan makhluk hidup, keterbatasan peralatan, hingga penyelam kami yang pada dasarnya otodidak. Namun aksi kami tidak berhenti sampai di situ. Ada yang protes terhadap kegiatan ini, tetapi kami tahu bahwa apa yang kami lakukan adalah hal yang benar, dan demi menjaga lingkungan alam di Danau Matano, ada yang harus dikorbankan, dalam hal ini ikan invasif. Ketika kami bertemu dengan kalian, Sulawesi Keepers, pada bulan Agustus 2024, dan kalian begitu antusias dan mendukung penuh kegiatan ini, hal itu menjadi penyemangat bagi warga masyarakat kami untuk terus melakukannya. Kami berharap kegiatan ini akan terus berlanjut hingga ikan invasif ini dapat diberantas sepenuhnya nantinya."

Itu akan menjadi suatu kehormatan untuk mari kita mendukung Spearfishing Luwu Timur dalam diri mereka lebih jauh aktivitas.
Markéta Rejlková
