Mitra baru: TARSIUS

Pada akhir tahun 2022, kami pertama kali bertemu dengan Iqram – yang kemudian menjadi anggota kami – dan dengan mahasiswa dari UNHAS dari Makassar, kota terbesar di pulau Sulawesi. Pertemuan pertama dilakukan secara virtual, bersama-sama kami menyelenggarakan webinar dua hari dengan topik perlindungan perairan tawar Indonesia dan khususnya Sulawesi. Namun pada tahun 2023, kami bertemu langsung di tepi Danau Matano dan sekali lagi di lingkungan UNHAS untuk kuliah dadakan.

Awalnya, kelompok informal mahasiswa biologi ini berfokus secara intensif pada eksplorasi Danau Matano dan invertebrata endemiknya. Mereka menerima hibah untuk pemantauan dan kampanye pendidikan pertama di sekolah-sekolah lokal. Mereka mendirikan organisasi konservasi mereka sendiri, TARSIUS, dan inilah yang mereka katakan tentang diri mereka sendiri:

Secara resmi didirikan pada tahun 2024, Tapak Diversitas Hayati Nusantara (TARSIUS) adalah organisasi yang dipimpin oleh kaum muda yang berbasis di Makassar, Sulawesi. TARSIUS berdedikasi untuk melindungi keanekaragaman hayati yang terancam punah dengan menggabungkan penelitian ilmiah dengan aksi berbasis masyarakat. Kami percaya bahwa konservasi yang bermakna dimulai dengan pengetahuan, dan berhasil melalui pengelolaan lokal. TARSIUS berupaya menghubungkan sains, masyarakat, dan kebijakan untuk menciptakan dampak berkelanjutan bagi alam dan masyarakat.

Kami kembali bekerja sama di lapangan pada tahun 2024 dan 2025, jadi wajar jika kami dengan bangga mengumumkan kemitraan kami. Generasi muda Sulawesi adalah harapan bagi danau dan sungai, dan kami senang dapat mendukung mereka. Kami saling belajar dan saling melengkapi.

Markéta Rejlková